Mencari Kisah Penyempurnaan Algoritme Google

Setahu Bonanza88, algoritme penelusuran Google diperbaharui beberapa ribu kali /tahun. Mayoritas dari penyempurnaan itu hanya peralihan kecil.

Tetapi, untuk penyempurnaan algoritme core atau pokok kadang dipublikasikan jauh saat sebelum penyeluncuran supaya pemakai mempunyai peluang untuk menyiapkan memaksimalkannya dan diri.

Langkah paling mudah untuk menyiapkan dan manfaatkan tiap penyempurnaan algoritme Google dengan mengevaluasi dokumentasi Google mengenai optimalisasi mesin telusur.

Pada umumnya, bila Anda bisa memaksimalkan situs sejak awal kali hingga hasilkan content berkualitas tinggi dan memberikan pengalaman yang hebat untuk pemakai dan robot, Anda tidak butuh terlampau cemas.

Karenanya, artikel berikut akan menolong Anda lebih pahami beberapa penyempurnaan algoritme ‘inti’ paling penting yang sudah dibikin Google sepanjang dasawarsa terakhir.

CAFFEINE INDEX (2010)

Di bulan Juni 2010, Google mengeluarkan mekanisme pengindeksan baru yang disebutkan Caffeine.

Mekanisme pengindeksan ini ditujukan untuk percepat hasil penelusuran untuk pemakai dan menolong penerbit supaya content mereka kelihatan lebih cepat.

Itu menolong Google untuk menjelajahi dan simpan data lebih efisien.

Peralihan algoritma ini dilaksanakan sebagai usaha lengkap untuk percepat internet dan penuhi keinginan website yang berkembang pesat.

Maka untuk meng ikuti visi lengkap ini, Google umumkan kecepatan situs bisa menjadi signal rangking Google di saat yang bersamaan.

Caffeine memberikan pemakai pengalaman yang lebih bagus dengan memungkinkannya Google mengindeks semakin banyak content di semua web.

PANDA (2011)

Penyempurnaan Panda mengenalkan signal rangking baru yang memberi hukuman peternakan content dan isian keyword sebagai sisi dari visi Google untuk menyuguhkan content berkualitas ke pemakai.

Ini hasilkan kenaikan di hasil penelusuran dengan mengenali content tipis, berisi spamming, dan berkualitas rendah lalu menghapusinya dari rangking penelusuran teratas.

Karena ini, banyak anggota komune SEO harus mengganti strategi mereka. Strategi SEO gelap (black hat) seperti isian keyword tak lagi berperan secara baik.

Mereka sekarang harus sesuaikan SEO dengan pastikan jika content betul-betul memberikan nilai untuk pembaca dan menjawab keinginan penelusuran secara efektif.

PENGUIN (2012)

Arah penyempurnaan algoritme Penguin untuk menarget website yang mempunyai webspam dan memakai strategi membuat link manipulatif.

Google menyebutkan ini sebagai ‘pembaruan algoritme webspam’. Terang, penyempurnaan Penguin menarget tehnik SEO black hat.

Karena penyempurnaan ini, algoritme google saat ini bisa mengenali apa link yang kembali lagi ke halaman tertentu cuma spamming atau syah.

Tehnik membuat link manipulatif tak lagi berperan dan profile back-link dengan volume tinggi link berkualitas rendah mulai alami pengurangan dalam jalan raya dan rangking organik mereka.

Sesudah penyempurnaan Penguin, tiap website yang tidak berhasil untuk patuhi Dasar Webmaster Google akan memperoleh hukuman pada rangking penelusuran.

VENA (2012)

Penyempurnaan algoritme Venesia diprioritaskan buat tingkatkan hasil penelusuran untuk layanan dan produk dengan hubungan geografis yang semakin lebih dekat sama pencari.

Penelusur sekarang bisa menginginkan untuk temukan dari hasil dalam atau benar-benar dekat sama kota atau rumah mereka dengan lebih andal.

Contoh, sedang pikirkan pertanyaan seperti ‘pusat kesehatan di dekat saya’ atau ‘pusat kesehatan Jakarta Selatan’.

Sesudah penyempurnaan ini, 10 link biru pada hasil penelusuran lebih condong menyuguhkan pilihan lokal.

Penyempurnaan ini berpengaruh besar pada SEO lokal, khususnya untuk merk kecil dan usaha.

Saat ini, mereka bisa berkompetisi dengan usaha dan merk yang semakin lebih besar untuk keyword volume tinggi bermaksud lokal.

PIRATE (2012)

Penyempurnaan algoritme Pirate dikeluarkan untuk menghambat website yang terdeteksi lakukan pelanggaran hak cipta mendapatkan rangking yang baik pada hasil penelusuran Google.

Penyempurnaan ini jadi bukti riil faksi Google mengaku jika pembajakan ialah permasalahan besar.

Maka mereka menindaknya dengan mengonfirmasi situs mana saja yang sudah disampaikan atas pelanggaran hak cipta yang menyalahi Digital Millennium Copyright Act (DMCA).

Saat ini, bila situs Anda menyalahi DMCA, dan Google bisa mengonfirmasinya, posisinya akan turun mencolok dalam hasil pencarian organik.

HUMMINGBIRD (2013)

Penyempurnaan algoritme Hummingbird benar-benar mempengaruhi pengalaman pemakai mesin pencari Google.

Penyempurnaan ini memungkinkannya Google agar semakin pahami apakah yang kita sebutkan sebagai ‘maksud penelusuran’.

Algortima itu memberikan kekuatan supaya mesin perayap bisa mengontekstualisasikan penelusuran pemakai dan info website lebih menyambungkan ke-2 nya dan tepat.

Penyempurnaan Hummingbird pada akhirannya mempermudah pemakai temukan halaman yang paling berkaitan untuk jawab pertanyaan mereka.

Ini menggerakkan komune penelusuran agar semakin menyelidik tujuan penelusuran dibalik keyword coba memaksimalkannya dan tertentu.

PIGEON (2013)

Penyempurnaan Pokok Algoritme Google Pigeon fokus pada kenaikan penelusuran lokal.

Pigeon direncanakan untuk tutup sela di antara algoritme penelusuran lokal Google dan algoritme website Google untuk tingkatkan patokan rangking berdasar hubungan fisik.

Penyempurnaan ini berpengaruh besar pada komune penelusuran lokal. Itu memudahkan usaha kecil untuk mencapai audience lokal.

Saat ini, bila usaha kecil mengaplikasikan praktek terbaik SEO dasar, seperti memperoleh link kembali dan meningkatkan kewenangan domain, ini bisa tingkatkan kesempatan rangking mereka.

Menurut Bonanza88, karena Pigeon, usaha kecil menjadi memahami keutamaan untuk mengontekstualisasikan usaha mereka sebagai lokal dalam isinya, seperti memperoleh pembahasan lokal supaya gampang diperlihatkan dalam pencarian lokal.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *